

Pak Rahman, guru bahasa Indonesia di MTsN 1 Polewali Mandar kreatif menyisipkan materi antikorupsi dalam pembelajaran. Ia memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat poster bertema "Pencegahan Korupsi" sebagai bagian dari pengembangan keterampilan literasi visual dan ekspresi
Pembelajaran ini dilakukan pada bulan Oktober 2024, dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember mendatang. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas VIIIA MTsN 1 Polewali Mandar.
Pak Rahman menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran peserta didik tentang bahaya korupsi sekaligus melatih keterampilan peserta didik dalam mengolah ide dan pesan moral melalui media poster.
"Melalui tugas ini, saya ingin peserta didik memahami bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus dicegah mulai dari hal-hal kecil, seperti bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari," ujar pak Rahman.
Materi disampaikan melalui diskusi interaktif tentang korupsi, di mana peserta didik diminta memberikan pendapat mereka tentang bentuk dan dampak korupsi di masyarakat. Setelah itu, peserta didik memberikan arahan tentang teknik membuat poster yang efektif, termasuk pemilihan kata, gambar, dan warna yang menarik perhatian. Poster yang dihasilkan siswa dipamerkan di depan kelas
Tugas ini mendapat antusiasme besar dari peserta didik. Salah satunya, Nurmaulidia (13), mengatakan bahwa ia merasa lebih memahami isu korupsi melalui tugas kreatif ini. "Lewat membuat poster, saya jadi lebih tahu cara menyampaikan pesan penting dengan cara yang menarik," katanya.
Melalui integrasi materi antikorupsi dalam pelajaran bahasa Indonesia, pak Rahman menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat berjalan seiring dengan pembelajaran akademik, menciptakan siswa yang cerdas sekaligus berintegritas.